Skip to main content

Pengertian Fakta, Asumsi, Hipotesis dan Teori

Pengertian Fakta, Asumsi, Hipotesis dan Teori

1. Fakta
Pengertian Fakta Menurut Para Ahli Fakta (dalam bahasa latin: factus) adalah segala sesuatu yang tertangkap oleh indera manusia atau data yang membuktikan sebuah negara yang nyata dan telah menjadi kenyataan. Catatan pada pengumpulan fakta yang disebut data.
Bahkan sering dipercaya oleh banyak (publik) sebagai soal fakta, baik karena mereka telah mengalami kenyataan dekat atau karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman nyata dari orang lain.

Pengertian Fakta Menurut Para Ahli

  • Menurut Wikipedia 
Fakta adalah segala sesuatu yang tertangkap oleh indera manusia atau data yang
membuktikan sebuah negara yang nyata dan telah menjadi kenyataan.
  • Dalam Keilmuan 
Faktanya adalah sebuah pengamatan yang obyektif dan dapat diverifikasi oleh siapapun.

Di luar lingkup fakta ilmiah sering dikaitkan dengan:
  • Pengamatan jujur diakui oleh pengamat yang diakui secara luas
    • Kesalahan umum dalam proses menafsirkan makna dari sebuah pengamatan.
    • Listrik kadang-kadang digunakan untuk memaksakan interpretasi politis yang benar dari sebuah pengamatan.
  • Sebuah kebiasaan yang diamati berulang kali; pengamatan fenomena apapun tidak menjadikannya sebagai fakta. Pengamatan terus menerus biasanya diperlukan untuk menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena.
  • Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan untuk membuat
  • Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai interpretasi lanjutan
  • Informasi tentang topik tertentu
  • Sesuatu yang diyakini menjadi penyebab atau makna

Fakta Ilmiah

Fakta ilmiah sering dipahami sebagai suatu entitas yang ada dalam struktur sosial kepercayaan, akreditasi, kelembagaan, dan praktik individu yang kompleks.
Dalam filsafat ilmu, sering dipertanyakan (yang paling terkenal adalah oleh Thomas Kuhn) bahwa fakta-fakta ilmiah lebih atau kurang selalu dipengaruhi oleh teori (teori-sarat), misalnya, adalah untuk menentukan apa yang harus diukur dan bagaimana pengukuran memerlukan beberapa asumsi tentang fakta-fakta itu sendiri.
https://pensil.co.id/101-pengertian-fakta-menurut-para-ahli/

2. Asumsi
     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asumsi bisa diartikan sebagai dugaan yang diterima sebagai dasar. Asumsi juga bisa dimaknai sebagai landasan berpikir karena dianggap benar. Selain itu, asumsi juga bisa berarti sebagai pra-anggapan atau suatu proposisi bias yang dianggap benar tanpa perlu ada bukti.
    Suatu asumsi erat kaitannya dengan masalah , seperti pernyataan bahwa dalam kehidupan politik semua rakyat dituntut oleh kepentingan bersama. Asumsi juga berkaitan erat dengan nilai, misalnya asumsi yang mengatakan bahwa rakyat miskin harus dibantu  atau pemerintah.
    Beberapa asumsi dapat diungkapkan secara terbuka, sedangkan beberapa lainnya tidak. Meski begitu, secara logika, asumsi tersirat di dalam apa pun yang diucapkannya. Para penganjur perang nuklir terbatas, misalnya, menganggap bahwa boleh saja perang nuklir, tetapi harus terbatas. Sekalipun mereka tidak mengatakan demikian, tetapi asumsi itu tersirat dalam sikapnya.
Contoh lain tentang asumsi bisa diperoleh melalui bidang keilmuan. Dalam keilmuan, dikenal tiga asumsi mengenai  empiris.
  • Asumsi pertama menganggap objek-objek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain, misalnya dalam hal bentuk, , sifat, dan sebagainya. Berdasarkan ini, maka kita dapat mengelompokkan beberapa objek yang serupa ke dalam satu golongan.
  • Asumsi yang kedua adalah anggapan bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu. Kegiatan keilmuan bertujuan mempelajari tingkah laku suatu objek dalam suatu keadaan tertentu. Kegiatan ini jelas tidak mungkin dilakukan bila objek selalu berubah-ubah tiap waktu. Walaupun begitu tidak mungkin kita menuntut adanya kelestarian yang absolut, sebab alam perjalanan waktu tiap benda akan mengalami perubahan.
  • Determinisme merupakan asumsi ilmu yang ketiga. Kita menganggap tiap gejala bukan merupakan suatu kejadian yang bersifat kebetulan. Tiap gejala mempunyai pola tertentu yang bersifat tetap dengan urut-urutan kejadian yang sama. Namun seperti juga dengan asumsi kelestarian, ilmu tidak menuntut adanya hubungan sebab akibat yang mutlak sehingga suatu kejadian tertentu harus selalu diikuti oleh suatu kejadian yang lain.
Asumsi sering disamakan dengan opini. Padahal, keduanya memiliki perbedaan, di antaranya:
  • Asumsi memiliki data yang mendukung dan bersifat kuantitatif. Sementara, opini lebih condong mengandalkan data kualitatif.
  • Hasil dari asumsi disebut kesimpulan. Sementara, opini adalah kesimpulan itu sendiri.
  • Kesimpulan dari asumsi jarang memarginalkan atau mengangkat orang lain. Sementara, opini seringkali memarginalkan atau mengangkat nama orang lain.
https://any.web.id/pengertian-dan-contoh-asumsi.info



3. Hipotesis


5 Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli Lengkap

https://www.gurupendidikan.co.id/5-pengertian-hipotesis-menurut-para-ahli-lengkap/


Pengertian Hipotesis

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli– Hipotesis atau hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih praduga karena masih harus diverifikasi.
Hipotesis ilmiah ialah ketika mencoba untuk mengungkapkan jawaban untuk masalah diselidiki. Hipotesis ini dikonfirmasi ketika semua gejala yang tidak bertentangan dengan hipotesis. Dalam upaya untuk membuktikan hipotesis, peneliti dapat dengan sengaja menyebabkan atau membuat gejala. Musyawarah ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis telah diverifikasi disebut teori.

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli

  1. Menurut Prof. Dr. S. Nasution, Hipotesis adalah dugaan tentang apa yang kita amati dalam upaya untuk memahaminya. (Nasution:2000)
  2. Zikmund (1997:112), Menurut Zimund Hipotesis adalah proposisi atau dugaan belum terbukti bahwa tentatif menjelaskan fakta atau fenomena, serta kemungkinan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.
    Dikutip dari : http://www.asikbelajar.com/
  3. Menurut Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti (2007:137), Hipotesis adalah pernyataan atau tuduhan bahwa sementara masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah (belum tentu benar) sehingga harus diuji secara empiris.
  4. Menurut Mundilarso,  Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah tingkat kebenaran yang masih harus diuji dengan menggunakan teknik tertentu.
    Hipotesis dirumuskan dalam hal teori, dugaan, pengalaman pribadi / orang lain, kesan umum, kesimpulannya adalah masih sangat awal. Hipotesis adalah pernyataan keadaan populasi yang akan diverifikasi menggunakan data / informasi yang dikumpulkan melalui sampel.
  5. Menurut Kerlinger (1973),  Hipotesis adalah pernyataan dugaan hubungan antara dua variabel atau lebih.
Contoh: Apabila terlihat awan hitam dan langit menjadi pekat, maka seseorang dapat saja menyimpulkan (menduga-duga) berdasarkan pengalamannya bahwa (karena langit mendung, maka…) sebentar lagi hujan akan turun. Apabila ternyata beberapa saat kemudia hujan benar turun, maka dugaan terbukti benar. Secara ilmiah, dugaan ini disebut hipotesis. Namun apabila ternyata tidak turun hujan, maka hipotesisnya dinyatakan keliru.

Hipotesis adalah istilah ilmiah yang digunakan dalam konteks kegiatan ilmiah yang mengikuti aturan berpikir biasa, secara sadar, hati-hati, dan diarahkan. Dalam penggunaan sehari-hari hipotesis ini sering disebut hipotesis, tidak ada perbedaan makna di dalamnya.

Ketika berpikir tentang kehidupan sehari-hari, orang sering sebut sebagai hipotesis asumsi, perkiraan, harapan, dan sebagainya. Hipotesis juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa di antara sejumlah fakta ada hubungan tertentu. Sebuah proposisi yang akan membentuk proses pembentukan hipotesis, salah satu dari mereka, yaitu penelitian sosial.

Pengertian Hipotesis
Pengertian Hipotesis

Proses pembentukan hipotesis adalah proses penalaran, yang melalui tahap-tahap tertentu. Hal demikian juga terjadi dalam pembuatan hipotesis ilmiah, yang dilakukan secara sadar, hati-hati, dan diarahkan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hipotesis adalah salah satu proposisi dapat diuji secara langsung.

Kegunaan Hipotesis
Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif. Ada tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, di antaranya:
  1. Hipotesis dapat dikatakan alat kerja teoritis. Hipotesis ini dapat dilihat dari teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah yang akan diteliti. Sebagai contoh, penyebab dan konsekuensi dari konflik dapat dijelaskan melalui teori konflik.
  2. Hipotesis dapat diuji dan ditunjukkan kemungkinan benar atau tidak benar atau pemalsuan.
  3. Hipotesis adalah alat yang hebat untuk memajukan pengetahuan karena para ilmuwan dapat membuat keluar dari dirinya. Artinya, hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salah dalam cara bebas dari nilai-nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.

Fungsi penting hipotesis di dalam penelitian

  1. Untuk menguji teori,
  2. Mendorong munculnya teori,
  3. Menerangkan fenomena sosial,
  4. Sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian,
  5. Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.
  • Penentuan masalah
Penalaran ilmiah dasar adalah kekayaan pengetahuan ilmiah yang biasanya muncul karena sesuatu tampak keadaan atau peristiwa yang tidak atau tidak dapat dijelaskan oleh hukum atau teori-teori atau argumen yang telah dikenal ilmu pengetahuan. Penalaran dasar juga harus menyadari formulasi yang tepat. Dalam proses penalaran ilmiah, penentuan masalah dalam bentuk perumusan masalah.
  • Hipotesis pendahuluan atau hipotesis preliminer
Dasar dugaan atau timbal balik sedangkan pengertian dari semua kegiatan. Hal ini juga digunakan dalam penalaran ilmiah. Tanpa hipotesis awal, observasi tidak akan ditargetkan. Fakta yang dikumpulkan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan kesimpulan, karena tidak relevan dengan masalah yang dihadapi. Karena tidak dirumuskan secara eksplisit, dalam penelitian, hipotesis tidak dianggap sebagai priliminer hipotetis selama penelitian, tetapi merupakan hipotesis yang digunakan hanya untuk menguji sebelum penelitian sebenarnya dilakukan.
  • Pengumpulan fakta
Dalam penalaran ilmiah, di antara sejumlah fakta yang jumlahnya hanya dipilih fakta-fakta yang relevan dengan rumusan hipotesis awal didasarkan pada keakuratan dan ketepatan memilih fakta.
  • Formulasi hipotesa
Pembentukan hipotesis dapat melalui inspirasi atau intuisi, dimana logika tidak bisa mengatakan apa-apa tentang ini. Hipotesis yang dibuat ketika ada hubungan tertentu antara sejumlah fakta. Sebagai contoh sebuah anekdot yang jelas menggambarkan sifat penemuan hipotesis, kita diberitahu bahwa sebuah apel jatuh dari pohon ketika Newton tidur di bawah dan mengingatkan bahwa semua benda pasti jatuh dan juga terlihat langsung hipotesis, yang dikenal sebagai hukum gravitasi.
  • Pengujian hipotesa
Artinya, pertandingan hipotesis dengan negara yang dapat diamati dalam istilah ilmiah disebut verifikasi (pembenaran). Jika hipotesis terbukti kompatibel dengan fakta bahwa apa yang disebut konfirmasi. Pemalsuan (menyalahkan) terjadi jika upaya untuk menemukan fakta-fakta dalam pengujian hipotesis ini tidak konsisten dengan hipotesis. Ketika itu tidak berhasil, maka hipotesis tidak bertentangan fakta bahwa yang disebut bukti (bukti). Hipotesis yang sering mendapat konfirmasi atau bukti yang menguatkan bisa disebut teori. Dikutip dari : https://id.wikipedia.org/
  • Aplikasi/penerapan
Jika hipotesis tersebut benar dan dapat diadakan menjadi ramalan (dalam istilah ilmiah disebut prediksi) dan diharapkan harus dibuktikan sesuai dengan fakta. Ini harus diverifikasi / koroborasikan dengan fakta-fakta.

4.  Teori

Pengertian teori menurut beberapa ahli

Berikut beberapa definisi dan pengertian teori yang telah dirangkum oleh Lentera Kecil berasal dari berbagai sumber literatur asing yang telah diterjemahkan secara umum.
  • Teori adalah sebuah proses mengembangkan ide-ide yang membantu kita menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi – JONATHAN H. TURNER.
  • Teori adalah seperangkat ide, konstruk atau variabel, definisi, dan proposisi yang memberikan gambaran suatu fenomena atau peristiwa secara sistematik dengan cara menentukan hubungan antar-variabel – Creswell
  • Teori merupakan sebuah sistem konsep yang abstrak dan hubungan-hubungan konsep tersebut yang membantu kita untuk memahami sebuah fenomena – LITTLE JOHN & KAREN FOSS
  • Teori adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lainnya yang mengandung suatu pandangan sistematis dari suatu fenomena – KERLINGER
  • Teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian – NAZIR
  • Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah – John W Creswell
  • Teori adalah suatu pernyataan yang isinya menyebabkan atau mengkarakteristikkan beberapa fenomena – STEVENS
  • Teori adalah suatu deskripsi fenomena tertentu, suatu penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau ramalan tentang sebab akibat satu fenomena pada fenomena yang lain – FAWCETT
  • Teori terdiri dari generalisasi yang dimaksudkan untuk menjelaskan dan memprediksi sebuah fenomena – TRAVERS
  • Teori merupakan suatu kumpulan konsep, definisi, proposisi, dan variable yang berkaitan satu sama lain secara sistematis dan telah digeneralisasikan , sehingga dapat menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena (fakta-fakta) tertentu – EMORY – COOPER
  • Teori adalah hipotesis (dugaan sementara) yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti – CALVIN S. HALL & GARDNER LINZEY
  • Teori adalah sekumpulan konsep yang ketika dijelaskan memiliki hubungan dan dapat diamati dalam dunia nyata – KING
  • Teori adalah seperangkat asumsi dan kesimpulan logis yang mengaitkan seperangkat variabel satu sama lain. Teori akan menghasilkan ramalan-ramalan yang dapat dibandingkan dengan pola-pola yang diamati- MANNING
  • Teori adalah jaringan untuk menangkap apa yang kita sebut sebagai “dunia”. Teori membantu kita memahami kenyataan – Karl Popper
  • Teori adalah proses pengembangan ide-ide yang akan membantu kita menjelaskan bagaimana dan mengapa sebuah kejadian dapat terjadi – Jonathan H. Turner
  • Teori adalah proses sistematik dalam merumuskan dan mengorganisasi ide menjadi sebuah fenomena tertentu yang dapat dipahami – William Doherty
  • A theory is a systematic set of generalized statements about a particular segment of reality – Mike Bal (1985).
  • A theory is a group of logically organized laws or relationships that constitute explainnation in a discipline – Heinan (1985).
  •  Theory is a simply an idea about why people are the way they are and act the way they act– Davis (2000)
https://lenterakecil.com/definisi-dan-pengertian-teori/

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Karya Ilmiah dan Jenis-jenis Karya Ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah dan Jenis-jenis Karya Ilmiah Pengertian Karya Ilmiah  –  Karya ilmiah sangat berkaitan erat dengan dunia pendidikan dan juga dunia penelitian. Kebanyakan karya ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil dari berbagai macam riset yang dilakukan oleh lembaga penelitian ataupun lembaga pendidikan. Mahasiswa saja misalnya, setiap mahasiswa yang telah lulus, pasti pernah membuat ataupun mengarang karya ilmiah berupa tugas akhir. Karya ilmiah berupa tugas akhir biasanya merupakan syarat utama yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang ingin menyelesaikan studinya. Pengertian Karya Ilmiah menurut Para Ahli Brotowidjoyo Menurut Brotowodjoyo, karya ilmiah merupakan karangan ilmu pengetahuan yang menampilkan fakta dan dibuat dengan menggunakan metodologi penulisan yang baik dan benar. Eko Susilo M Menurut Eko Susilo M, karya ilmiah merupakan suatu tulisan ataupun karangan yang didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari dari berbagai has...